Pengertian Al-Qur’an Secara Bahasa dan Istilah - Master SEO Indonesia

Master, Pakar Dan Ahli SEO Indonesia

Lapax Theme

Breaking

Bikin Web Dengan Sangat Mudah

hosting terbaik Hosting Unlimited Indonesia

Post Top Ad

hosting indonesia

Saturday, 16 September 2017

Pengertian Al-Qur’an Secara Bahasa dan Istilah

Pengertian Al-Qur’an Secara Bahasa dan Istilah

            Agama Islam di Indonesia memang sangatlah beragam dan memiliki dasar pegangan masing-masing dalam menjalankan Ibadahnya, namun yang akan saya bahas disini yaitu mengenai dasar faham Islam NU yang pertama yaitu Al-qur’an:

كَلَامُ اللهِ الْمُنَزَّلُ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُعْجِزُ بِنَفْسِهِ , اَلْمُتَعَبَّدُ بِتِلَاوَتِهِ.

“Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai mukjizat terhadap dirinya, menjadi ibadah bagi yang membacanya”


            Pengertian ini mengikat empat elemen dasar yang kesemuanya merupakan keterpaduan yang tidak terpisahkan:
a.       Hakikat al-Qur’an ialah Kalam Allah, baik lafal maupun makna kandungannya.
b.      Al-Qur;an diturunkan dari sisi Allah melalui perantara malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Saw untuk menjadi peringatan.
c.       Keadaan al-Qur’an sebagai Mukjizat, Karena ia mengungkapkan ucapan yang suci, baik lafal, keteraturan kalimat maupun maknanya.
d.      Merupakan ibadah bagi yang membacanya. Apakah mengerti maknanya atau tidak.



Banyak hal yang harus dimenegerti mengenai al-Qur’an ini, paling tidak menyangkut asbabun nuzul, ayat-ayat muhkam dan mutasyabih. Bahkan juga ilmu-ilmu yang terkait di dalamnya. Seperti nasakh, nasikh, dan Mansukh. Ilmu munasabah, I’jaz al-Qur’an atau Ilmu yang tergolong dalam ulumul qur’an lainnya.


1.      Muhkam dan Mutasyabih. Lafal Muhkam ialah lafal yang diketahui makna maksudnya, baik Karena sudah jelas artinya maupun Karena ditakwilkan. Sedangkan lafal Mutasyabbih ialah lafal yang pengetahuan artinya hanya dimonopoli Allah Swt. Contoh terjadinya kiamat, keluarnya dajjal, arti huruf-huruf muqatha’ah, Ha…Mim,, dan seterusnya.
2.      Pengertian Nasakh secara umum ialah membatalkan hokum yang diperoleh dari nash (ketentuan dalil) yang pertama, dibatalkan dengan ketentuan nash yang dating kemudian. Adapun nasikh ialah hokum atau dalil syara’ yang menghapuskan atau menghapus hokum atau dalil syara’ yang terdahulu dengan menggantinya dengan ketentuan hokum baru yang dibawahnya. Sedangkan Mansukh ialah hokum syara’ yang diambil dari dalil syara’ yang pertama yang belum diubah dengan dibatalkan dan diganti dengan hokum dari dalil syara’ baru yang dating kemudian.
3.      IlmuMunasabah ialah Ilmu yang menerangkan hubungan antar ayat atau surat yang lain. Ilmu ini sama dengan ilmu Tanasubil ayati Wa Suwari yaitu ilmu yang menjelaskan persesuaian antara ayat atau surat yang satu dengan ayat yang lain.
4.      IlmuAsbabun Nuzul, membahas kasus-kasus yang menjadi sebab diturunkannya beberapa ayat  al-Qur’an, macam-macamnya, sighat (redaksi-redaksinya), tarjih riwayat-riwayatnya dan faedah mempelajarinya.


Untuk lebih mengerti semua yang berhubungan dengan al-Qur’an, tentu alasan yang paling tepat untuk melengkapi keterangan diatas ini, tidak boleh tidak harus belajar Uluml Qur’an.


No comments:

Post a Comment

Dilarang menaruh link aktif, berikan komentar dengan baik dan bijak agar saya tidak segan-segan mengunjungi situs anda, salam blogger INDONESIA

Post Bottom Ad

Hosting Unlimited Indonesia