Resolusi Jihad dan Fatwa Jihad NU - Master SEO Indonesia

Master, Pakar Dan Ahli SEO Indonesia

Lapax Theme

Breaking

Bikin Web Dengan Sangat Mudah

hosting terbaik Hosting Unlimited Indonesia

Post Top Ad

hosting indonesia

Sunday, 24 September 2017

Resolusi Jihad dan Fatwa Jihad NU

Resolusi Jihad dan Fatwa Jihad NU



Kembali lagi Bersama Share information, kali ini saya akan berbagi pengetahuan mengenai sejarah NU organisasi terbesar di dunia. Salah satu prestasi sejarah NU yang sulit  terlupakan sepanjang masa adalah resolusi jihad yang sangat terkenal. Resolusi jihad itu dikumandangkan pada tanggal 22 oktober 1945. Resolusi jihad ini merupakan hasil dari rapat besar dari wakil-wakil daerah (Konsul 2) NU seluruh Jawa-Madura pada tanggal 21-22 Oktober 1945 di Surabaya. Isi dari resolusi jihad adalah:


1.      Kemerdekaan Indonesia yang di proklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 wajib dipertahankan.
2.    Republik Indonesia sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah, wajib dibela dan di selamatkan.
3.  Musuh Republik Indonesia, terutama Belanda yang datang membonceng tugas-tugas tentara Sekutu (Inggris) dalam masalah tawanan perang bangsa Jepang tentulah akan menggunakan kesempatan politik dan militer untuk kembali menjajah Indonesia.
4.    Kewajiban tersebut adalah suatu jihad yang menjadi kewajiban tiap-tiap orang Islam (fardhu ‘ain) yang berada pada jarak radius 94 km (jarak dimana umat Islam diperkenankan sembahyang jama’ah dan qashar). Adapun mereka yang berada di luar jarak itu berkewajiban membantu saudara-saudaranya yang berada dalam jarak radius 94 km tersebut.

Disamping itu, selain resolusi jihad, Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari secara pribadi juga mengeluarkan fatwa jihad yang isinya dua hal:

1.      Menyeruhkan kepada seluruh kaum muslimin untuk terus melakukan perang suci (jihad) melewan Belanda.
2.      Melawan kaum Muslimin untuk melakukan ibadah haji dengan menggunakan kapal laut Belanda.

Baca Juga : Peran Penting KH. Bisyri Syansuri Dalam NU


Efektifitas resolusi jihad dan fatwa jihad ini luar biasa, beberapa hari setelah resolusi jihad  dan fatwa ini, tepatnya pada tanggal 10 Nopember 1945, meletuslah pertempuran sengit di Surabaya. Partisipasi NU dalam pertempuran ini sangat besar, khususnya dari mobilisasi masa. Warga NU bersemangat melawan penjajah setelah mendengar fatwa politik yang dikumandangkan Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari. Dalam resolusi jihad kalimat yang terkenal adalah عِشْ كَرِيْمًا اَوْ مُتْ شَهِيْدًا   “ Hiduplah dengan mulia atau matilah dalam keadaan syahid”.


Dalam makna yang terkandung di dalam resolusi jihad di atas adalah orang Islam sekali hidup harus terhormat dan penuh kemuliaan, tidak boleh dibawah ketiak orang lain, apalagi penjajah yang statusnya non-muslim, sebuah penghinaan yang harus dilawan dengan segenap jiwa dan raga, sebagaimana perjuangan Nabi Muhammad Saw dalam memberantas kebatilan dan kemungkarangan dengan mengangkat senjata.


Ini menunjukkan bahwa resolusi jihad hasil rapat NU dan fatwa jihad yang dikumandangkan Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari mempunyai pengaruh besar dalam menyulut semangat berjuang rakyat Indonesia, khususnya mereka yang tergabung dalam komunitas NU. Suara para kiai mereka dengarkan dan ikuti, karena mereka yakin apa yang di fatwakan para kyai, bukan demi keuntungan mereka, tapi demi kepentingan bangsa dan rakyat secara keseluruhan. Kalau penjajah dapat kembali bercokol di negara ini, maka negeri ini tidak akan mampu bergerak maju meraih kemerdekaan, kemajuan dalam segala bidang, dan menjadi negeri yang berdaulat sebagaimana negeri-negeri lain.


Rakyat akan terus tertindas dan dieksploitasi demi menuruti nafsu besar penjajah yang tidak berprikemanusiaan. Maka, isi dari resolusi jihad termasuk syahid (membela agama Allah) mengangkat senjata melawan penjajah adalah keharusan yang tidak boleh ditunda. Semua orang Islam harus terpanggil menghabisi penjajah yang ingin menjadikan negeri ini sebagai sumber kepuasan nafsunya.



Oleh karena itu, setelah kita mengetahui mengenai resolusi jihad dan fatwa jihad, kita semua diharapkan mampu membangkitkan semangat Islam kita dalam mempertahankan tanah kelahiran kita tercinta ini, dan bisa meneruskan apa yang diharapkan oleh ulama sesepuh kita salah satunya Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari. Sekian share dari saya, semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment

Dilarang menaruh link aktif, berikan komentar dengan baik dan bijak agar saya tidak segan-segan mengunjungi situs anda, salam blogger INDONESIA

Post Bottom Ad

Hosting Unlimited Indonesia